Satu kata terlintas
dibenakku
Ketika tak sengaja aku
menemukan foto kita
PECUNDANG
Mengingat awal kita bertemu
membuatku tertawa. Aku yang dulu begitu membencimu, kamu yang angkuh, perokok,
dan selalu merasa paling hebat. Sifat yang paling aku gak suka
Aku yang memutuskan tak lagi
membuka hati, tanpa sadar membukanya untukmu. Kamu dengan sifat yang gak aku
suka, mampu mendobrak dan menepiskan pikiran burukku tentangmu. Kekonyolanmu
membuatku lupa akan luka alasanku mengunci hati. Perhatianmu meluluhkan hati
yang membeku. Hingga akhirnya aku nyaman denganmu.
Saat mata kita bertemu, aku
yakin itu tanda yang ku cari. Tingkahmu mulai berubah, saat dengansantainya
kamu berbicara pada orang lain, hanya padaku kamu sedikit berbeda.
Aku hanya bisa menunggu
sebuah kata pasti yang hingga saat ini tak kunjung datang. Kamu membuatku
menunggu dalam ketidakpastian. Kegelisahan menghampiriku, mengingat waktu kita
untuk bersama tak akan lama lagi.
Sadarkah kamu? Aku adalah
wanita, tak mungkin aku memulai.
Namun sebab rasa takut akan
kehilangan kesempatan. Ku putuskan dan ku beranikan diri untuk menguratakan
rasa ini padamui.
Bagaikan tersayat pisau
tajam. Tak ku sangka kamu mengucapkan kata yang membuatku kembali terluka dan
kecewa akan cinta.
Ada apa denganmu? Kamu yang
selalu khawatir akan keadaanku, kamu yang mengingatkan akan baik dan buruk,
kamu yang selalu ada walaupun aku marah sama kamu. ketika aku marah kamu hanya
berkata “Marahlah sepuasmu, kamu bakalan cari aku, karena kamu gak bisa
lama-lama jauh dari aku.” Kamu tau itukan? Itu adalah sebuah kalimat sihir yang
memaksaku untuk segera memafkanmu. Dan selama aku belum ingin bicara sama kamu,
mata kamu tetap mencari aku. Tapi kenapa kamu seolah-olah tak mencintaiku? Apa
aku yang begitu perasa?
Mengingat kenangan itu
membuatku mengerti akan satu hal. CINTA YANG HADIR KARENA KENYAMANAN ITU
HANYALAH CINTA SEMU. SEKEDAR INGIN MEMENANGKAN HATI DAN PERMAINAN CINTA.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Nama :
Kesan :
Pesan :