Cinta lahir dari dalam hati yang paling dalam seakan-akan hidup terasa tak berarti lagi tanpanya. Kekosongan jiwaku, membuatku tak bisa berfikir terarah, sesungguhnya cintaku berawal sejak aku mulai menyukai dia.
Entah mengapa semua harus terjadi persoalan demi persoalan datang bertubi-tubi di hadapanku, apakah ini adalah suatu ujian yang harus aku tanggung sendiri.
Cerita cinta yang pernah kita bina kini tinggal legenda hanyut di terpa badai kepalsuan & terhampar ditepi kehancuran. Aku peksa bibir ini tuk selalu tersenyum, sekali pun dalam hati ini menangis.
Engkau yang kusayangi telah pergi tanpa pesan apapun jua. Pergi & membawa kenangan, sebab telah berhasil menipu aku. Sementara aku sendiri hanya tinggal sementara untuk menanggung lara & nestapa yang begitu pahit aku rasakan membuat aku harus menelan kepahitan itu.
Walaupun aku harus menanggung sendiri derita ini namun aku masih yakin, bahwa Allah masih adil, hanya dialah yang mampu memberikan kekuatan untukku dalam menatap masa depanku.
Aku sadar bahwa cinta itu tidak harus saling memiliki. Andai aku bisa memutar kembali waktu yang telah berjalan, mungkin aku kembali merasakan keindahan & menemukan kembali cintaku yang hilang. Tapi sayang semua tak mungkin akan terjadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Nama :
Kesan :
Pesan :