Minggu, 24 Februari 2019

Curahanku

Ketidakpastian

Bingung, tak mengerti
Mengapa aku seperti ini
Ingin rasanya menangis
Namun sebabnyapun tak ku ketahui

Air apa ini?
Ku pikir itu hujan
Tapi aku berada dalam kamar
Di balik jendelapun, langit terlihat cerah
Ohh nyata itu air mataku yang tak kuasa ku sembunyikan

Ingin rasanya berlari
Tapi aku tak tahu harus kemana?
Ingin teriak sekeras-kerasnya
Tapi untuk menggerakkannya pun aku tak mampu, bibir ini begitu kaku
Ingin bersembunyi
Tapi kegelapan begitu mengerikan
Ingin berbalik
Tapi aku tak punya tempat untuk kembali

Aku takut
Keadaan yang terus berubah
Menyuruhku untuk menyerah
Namun tak sanggup aku kehilangannya
Aku begitu mencintainya

Ketidakpastian ini membuatku putus asa
Haruskah aku berlari atau bertahan?
Sinarnya yang menghangatkan atau dingin yang menyejukkan?

-J.R.M- 25 February 2019

Senin, 18 Juni 2018

Tanya Hatiku

Di sini aku menyendiri
Ditemani rasa gelisah

Menyadari perubahan sikapmu
Saat dengan sengaja kau lumpuhkan keyakinanku

Apalah  dayaku
Hanya dapat tersenyum dan bersabar
Karna cintaku telah melebur
Mengakar lebat begitu subur
Sejak pertama tertancap panah asmara

Mungkin bahagia kita tak mengendap
Sebatas angin lalu

Sadar akan hari yang berlalu
Bagimu aku hanya krikil dalam kehidupanmu
Dan hari ini akupun sadar
Bahagia kita, ku nikmati sendiri

Mungkinkah hubungan ini masih dapat kita perbaiki?
Atau harus kita akhiri?

Kamis, 06 April 2017

Makassar, 4 April 2017




Satu kata terlintas dibenakku
Ketika tak sengaja aku menemukan foto kita
PECUNDANG

Mengingat awal kita bertemu membuatku tertawa. Aku yang dulu begitu membencimu, kamu yang angkuh, perokok, dan selalu merasa paling hebat. Sifat yang paling aku gak suka

Aku yang memutuskan tak lagi membuka hati, tanpa sadar membukanya untukmu. Kamu dengan sifat yang gak aku suka, mampu mendobrak dan menepiskan pikiran burukku tentangmu. Kekonyolanmu membuatku lupa akan luka alasanku mengunci hati. Perhatianmu meluluhkan hati yang membeku. Hingga akhirnya aku nyaman denganmu.

Saat mata kita bertemu, aku yakin itu tanda yang ku cari. Tingkahmu mulai berubah, saat dengansantainya kamu berbicara pada orang lain, hanya padaku kamu sedikit berbeda.

Aku hanya bisa menunggu sebuah kata pasti yang hingga saat ini tak kunjung datang. Kamu membuatku menunggu dalam ketidakpastian. Kegelisahan menghampiriku, mengingat waktu kita untuk bersama tak akan lama lagi.

Sadarkah kamu? Aku adalah wanita, tak mungkin aku memulai.

Namun sebab rasa takut akan kehilangan kesempatan. Ku putuskan dan ku beranikan diri untuk menguratakan rasa ini padamui.

Bagaikan tersayat pisau tajam. Tak ku sangka kamu mengucapkan kata yang membuatku kembali terluka dan kecewa akan cinta.

Ada apa denganmu? Kamu yang selalu khawatir akan keadaanku, kamu yang mengingatkan akan baik dan buruk, kamu yang selalu ada walaupun aku marah sama kamu. ketika aku marah kamu hanya berkata “Marahlah sepuasmu, kamu bakalan cari aku, karena kamu gak bisa lama-lama jauh dari aku.” Kamu tau itukan? Itu adalah sebuah kalimat sihir yang memaksaku untuk segera memafkanmu. Dan selama aku belum ingin bicara sama kamu, mata kamu tetap mencari aku. Tapi kenapa kamu seolah-olah tak mencintaiku? Apa aku yang begitu perasa?

Mengingat kenangan itu membuatku mengerti akan satu hal. CINTA YANG HADIR KARENA KENYAMANAN ITU HANYALAH CINTA SEMU. SEKEDAR INGIN MEMENANGKAN HATI DAN PERMAINAN CINTA.

Makassar, 6 Maret 2017




Kenyataan begitu pahit
Kamu katakan, kamu tak mencintaiku
Aku yang begitu perasa

Tak ingatkah kamu perhatian dan kasih sayangku?
Bagai mentari menyinari dunia
Itulah aku, selalu ada untukmu

Cintaku tak butuh balasan
Perhatian dan kasih sayangku jua
Hanya satu pintaku
Jangan pernah menjauh dari hidupku lagi

Percuma
Kini kamu telah bersamanya
Tak mungkin ada aku diantara kalian

Tolong aku!!!!
Ajari aku mengikhlaskan tanpa harus membenci

Yang tak ku habis fikir
Mengapa kamu membuatku seakan-akan berharga untukmu?
Lalu kamu pupuskan angan, harapan
Saat pelangi mengalahkan indahnya mentari

Begitu tak ternilaikah aku dimatamu?
Bagai obat penghilang rasa sakit
Selalu ada untuk menyembuhkan luka, membuatmu bangkit lagi
Namun pada akhirnya
Kamu acuhkan, saat tak dibutuhkan lagi

Yang aku tau
Aku hanya kehilangan orang yang tak menghargai dan mencintaiku
Sedangkamn kamu
Kehilangabn orang yang begitu menghargai dan mencintaimu
Walau saat ini ada dia dalam hidupmu

Makassar, 27 Februari 2017




Saatku terbaring tak berdaya
Hanya sosokmu yang ku inginkan hadir menemaniku
Namun saat mata ini terbuka
Tetap saja kamu tak ada

Ponselku berbunyi
Itu pesan singkat darimu, yeah kamu
Rasa sakit yang ku rasa seakan menghilang
Aku yakin kamu masih peduli dengan ku

Kamu datang menemuiku
Walau hanya sebentar
Itu mengobati sakit yang ku rasa
Dan membuatku begitu bahagia

Tapi semuanya berubah
Saat hati menginginkan kepastian

Kamu berdusta
Kamu katakan, Kamu tak mencintaiku
Aku yang terlalu berharap
Menyalah artikan semua sikapmu padaku

Salahkah aku jika aku tak ingin kehilanganmu?
Salahkah aku yang berfikir kamu selama ini merasakan hal yang sama?

Yeah ini memang salahku
Begitu percaya dan berharap padamu
Salahku yang begitu mendambakanmu

Kini saatnya aku pergi menjauh dari kehidupanmu
Kebenaran memang pahit
Namun hidupku harus tetap berjalan
Walau tanpamu

Makassar, 29 Januari 2017




Sekali lagi
Tak sengaja aku melihatmu
Tatapan hangat dan senyummu

Oh tidak!
Ku dapati hati masih berdetak untukmu
Pikiranku kosong beberapa saat
Aku masih belum bisa menghapus coretan yang telah kau lukis di hatiku

Aku hanya dapat melihatmu
Yang lari dua langkah
Ketika aku mendekatimu satu langkah
Sulit kini untukku bernafas

Sekarang kita seperti catatan tua
Usang penuh coretan